Malaikat Diperintahkan Bersujud kepada Adam ‘Alaihissalam

SIRAH PARA NABI DAN RASUL – Setelah para malaikat tidak mampu menyebutkan nama-nama benda, Allah subhanahu wata’ala memerintahkan mereka (malaikat) untuk bersujud kepada Adam ‘alaihissalam. Sujud yang dimaksud di sini ialah sujud penghormatan, bukan sujud sebagai tanda menyembah kepada Adam. Dan, para malaikat pun bersujud kepada Adam ‘alaihissalam, kecuali Iblis laknatullah ‘alaihi.

Iblis ini menolak bersujud kepada Adam ‘alaihissalam, karena sombong dan menentang perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Iblis laknatullah ‘alaihi merasa lebih baik daripada Adam ‘alaihissalam karena diciptakan dari api. Sedangkan, Adam diciptakan dari tanah. Menurut iblis, api lebih mulia daripada tanah. Lalu, iblis pun diusir oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari surga. Iblis dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta’ala hingga hari kiamat. Tentang hal ini, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

قَالَ يَتَإِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَى أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ الْعَالِينَ (75) قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينِ (76) قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَحِيمٌ (77)    وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدين

Artinya: “Allah berfirman, ‘Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?’ Iblis berkata, ‘Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman, ‘Maka, keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk. Sesungguhnya, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” (QS. Shaad [38]: 75–78).

Ayat-ayat dalam Surah Sad ayat 75–78 ini mengandung beberapa faedah (pelajaran berharga), terutama berkaitan dengan kisah penciptaan Nabi Adam ‘alaihissalam dan penolakan Iblis laknatullah ‘alaihi untuk sujud, yang disebabkan oleh kesombongan dan kedengkiannya.

Pelajaran Penting

  • Bahaya Kesombongan dan Keangkuhan

Pelajaran terbesar dari kisah ini adalah peringatan keras terhadap sifat sombong atau merasa lebih baik dari orang lain (takabur). Kesombongan Iblis, karena merasa diciptakan dari api yang dianggap lebih mulia daripada tanah, membuatnya durhaka terhadap perintah Allah subhanahu wa ta’ala  dan akhirnya dilaknat serta diusir dari surga.

  • Pentingnya Ketaatan Mutlak kepada Perintah Allah

Kisah ini menekankan kewajiban untuk taat sepenuhnya kepada segala perintah Allah subhanahu wa ta’ala, meskipun mungkin akal manusia tidak sepenuhnya memahami hikmah di baliknya pada saat itu. Ketaatan para malaikat yang langsung sujud menunjukkan kepatuhan yang tulus, berbeda dengan penolakan Iblis.

  • Perintah Allah adalah Ujian

Perintah sujud kepada Adam ‘alaihissalam adalah ujian keimanan dan ketaatan dari Allah kepada makhluk-Nya. Hasil dari ujian tersebut membedakan antara mereka yang patuh (malaikat) dan yang ingkar (Iblis).

  • Konsekuensi Durhaka

Ayat-ayat ini menunjukkan konsekuensi serius dari pembangkangan terhadap perintah Allah, yaitu dikeluarkannya Iblis dari rahmat Allah dan ditetapkannya kutukan hingga hari pembalasan. Hal ini menjadi peringatan bagi manusia untuk menghindari jalan yang sama.

Penulis : Yahya Tohari, S.H.,M.M.,M.A hafidzahullah 

(semoga Allah menjaga beliau dan keluarganya)

Gulir ke Atas