
Karya Imam Asy-Syafi’I dalam Fiqih dan Ushul Fiqih
Karya Imam Asy-Syafi’I Fiqih Dan Ushul Fiqih
- Kitab Al Hujjah
Kitab Al-Hujjah merupakan kitab yang memuat qaul qadim-nya Imam Asy-Syafi’i (fatwa beliau ketika berada di baghdad). Beliau mengajarkan kitab ini kepada beberapa muribnya yang berada diIraq seperti: Az-Za`farani dan Al-Karabisi. Kronologi penulisan kitab Al-Hujjah ini adalah pada suatu hari beberapa ahli hadist berkunjung ke Imam Asy-Syafi’i dan meminta kepada beliau menulis sebuah kitab untuk membantah kitab Abu Hanifah yang notabanenya ahli ra`yi. Imam Asy-Syafi’i berkata,”Saya tidak mengetahui pendapat mereka sebelum saya membaca langsung kitab tersebut”. Kemudian diberikan kepada beliau kitab yang di tulis oleh Muhammad Hasan As-Syaibani.
Beliau berkata,”Saya mengkaji kitab tersebut selama satu tahun sampai saya hafal, kemudian baru saya tulis kitab Al-Hujjah”.
- Kitab Al-Umm
Secara bahasa, Al-Umm berarti ibu. Memang Imam Asy-Syafi’i bermaksud menulis Al-Umm ini sebagai kitab induk yang menjelaskan secara terperinci tentang ilmu fiqih. Dalam kitab ini, sebelum melangkah lebih jauh mengupas bab-bab khusus masalah-masalah fiqih, Imam Asy-Syafi’i kembali meneguhkan metode sebagai pemikir Islam. Ia menganggap Al-Umm adalah hasil akhir penelitiannya selama mengembara ke berbagai tempat. Tidak tanggung-tanggung, kitab sebanyak lima jilid ini sampai sekarang telah menjadi sumber otentik mazhab Asy-Syafi’i yang utama. Bahkan salah satu muridnya, Al-Muzani meringkas kitab tersebut yang dikenal sebagai kitab Mukhtashar Al-Muzani.
Komposisi pasal atau bab-bab dalam kitab Al-Umm itu agak mirip dengan kitab-kitab fiqih lainnya, mulai dari bab Thaharah (bersuci), persyaratan air dalam berwudhu, tata cara berwudhu dan hal-hal yang membatalkannya, tata cara mandi junub, tayammum, masalah bagi wanita haid dan seterusnya hingga bab-bab lainnya.
Sebanyak 128 masalah hukum dibahas dalam Al Umm. Ia banyak mengupas masalah-masalah hadis fiqih yang kemudian diikuti dengan pendapatnya sendiri.
Selain itu dalam Al-Umm, Imam Asy-Syafi’i juga menyajikan berbagai pendapat di dalam mazhab-mazhab. Sebagai contoh, kitab ini berisi topik-topik seperti perbedaan antara Ali dan Ibnu Mas’ud radhiyallohu ‘anhu, ketidak sesuaian antara Imam Asy-Syafi’i dan Imam Malik dan penolakan Muhammad al-Syaibani terhadap sejumlah doktrin mazhab Madinah, perselisihan di antara Abû Yusuf dan Ibnu Abi Laila.
- Kitab Ar-Risālah
Dahulu kitab ini tidak bernama Ar-Risalah. Dr. Ahmad Muhammad asy-Syakir penyunting kitab Ar Risalah dalam pengantarnya mengatakan bahwa Imam Asy-Syafi’i tidak menamakan kitabnya Ar Risalah melainkan dengan nama Al-Kitab. Berkali-kali dalam karyanya, Imam Asy-Syafi’i menyebut-nyebut kata al-Kitab, entah itu kata kitabî, atau kitâbunâ. Demikian juga dalam kitab Al-Umm, Imam Asy-Syafi’i selalu menisbatkan karya pertamanya itu dengan kata Al-Kitab.
Kitab Ar-Risālah adalah karya monumental Imam Asy-Syafi’i yang dikenal sebagai kitab pertama dalam Ushul Fiqih, didalamnya banyak membahas rumusan-rumusan yang berkaitan dengan ilmu hadis. Kitab ini merupakan karya Imam Asy-Syafi’i atas permintaan Abdurrahman bin Mahdi yang berkaitan dengan penjelasan makna-makna Al-Quran, dan menghimpun beberapa khabar, ijma dan penjelasan tentang nasikh dan mansukh dalam Al-Quran dan sunnah. Selain itu juga atas dorongan dari Ali bin al-Madani agar Imam Asy-Syafi’i memenuhi permintaan Abdurrahman bin al-Mahdi. Atas permintaan dan dorongan itulah Imam Asy-Syafi’i menulis kitab Ar Risālah ini.
Menurut pendapat yang unggul dan dipilih oleh Ahmad Muhammad Syakir, kitab Ar-Risālah ini ditulis oleh Imam Asy-Syafi’i pada saat beliau berada di Mekkah. menurut Fakhrurrazi dalam Manāqib Asy Syāfii, kitab Ar-Risālah ini ditulis pada saat Imam Asy Syafi’i berada di Baghdad. Meskipun belum dapat dipastikan dimanakah Imam Asy-Syafi’i menulis kitab ini, keduanya samasama memuat pengetahuan yang luas. Muhammad Abu Zahrah (w. 1394 H/1974 M.) ahli hukum Islam berkebangsaan Mesir, menyatakan buku itu (Ar-Risālah) disusun ketika Imam Syafi’i berada di Baghdad, sedangkan Abdurrahman bin Mahdi ketika itu berada di Mekah.
Imam Syafi’i menyebut bukunya dengan al-Kitāb (Kitab atau Buku) atau Kitabī (Kitabku), yang kemudian lebih dikenal dengan “Ar-Risālah” yang berarti “sepucuk surat.” karena buku itu merupakan surat Imam Syafi’i kepada Abdurrahman bin Mahdi.
Kitab Ar-Risālah yang pertama ia susun dikenal dengan Ar-Risālah al-Qadīmah (Risalah Lama). Dinamakan demikian, karena di dalamnya termuat buah-buah pikiran Imam Syafi’i sebelum pindah ke Mesir. Jumhur ulama Ushul Fiqih sepakat menyatakan bahwa kitab Ar-Risālah karya Imam Syafi’i ini merupakan kitab pertama yang memuat masalah-masalah ushul fiqih secara lengkap dan sistematis.
Penulis : Yahya Tohari, S.H., M.M., M.A hafidzahullah
(semoga Allah menjaga beliau dan keluarganya)
Referensi
- Dr. Ahmad Nahrawi Abdus Salam al-indunisi, al-Imam Syafii fi Mazhabihi al-Qadim wa al-Jadid, h. 28
- Ahmad Nahrawi Abdus Salam al-indunisi, al-Imam Syafii fi Mazhabihi al-Qadim wa al-Jadid, h. 34
- Ahmad Nahrawi Abdus Salam al-indunisi, al-Imam Syafii fi Mazhabihi al-Qadim wa al-Jadid, h. 712.
- Ahmad Nahrawi Abdus Salam al-indunisi, al-Imam Syafii fi Mazhabihi al-Qadim wa al-Jadid, h. 116
