Sirah Nabi (Bag. 01): Kelahiran Rasulullah Hingga Hijrahnya Ke Madinah
admin . Diposting pada .
FIQIH INDONESIA – Syaikh Imam Al-Hafiz Abu Muhammad Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy –semoga Allah Subhana wa ta’ala meridhainya- berkata:
Segala puji bagi Allah Subhana wa ta’ala pencipta langit dan bumi, pencipta cahaya dan kegelapan, yang mengumpulkan para makhluk di hari perhitungan, hari kemenangan bagi orang yang berbuat baik dan kesengsaraan bagi ahli maksiat. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah tiada sekutu baginya, dengan persaksian yang bisa membawa kepada kebahagiaan di hari kiamat. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam pemimpin para nabi dan rasul, keluarga dan para sahabatnya yang mulia.
Amma ba’du, Saya Penulis mengatakan, bahwa ini adalah ringkasan dari sejarah Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam yang penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Harapan kami, semoga ia bermanfaat untuk para pembaca.
Nasab Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam
Beliau adalah Abu al-Qasim Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdi manaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah. Nasab ini disebutkan oleh Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani di salah satu riwayatnya. Ibunya adalah Aminah binti Wahb bin Abdimanaf bin Zuhrah.
Kelahiran Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam
Beliau dilahirkan di Mekah pada tahun Gajah bulan Rabiul Awal, tanggal dua, hari Senin.
Kematian Ayah, Ibu, dan Kakeknya
Bahwa ayahnya meninggal di perkampungan “an-Nabighah suku bani an najjar dikota yastrib” dalam perjalanan pulang ke kota mekkah ketika ia masih dalam kandungan. Sedangkan ibunya meninggal dunia ketika ia berusia enam tahun di “abwa” ketika pulang dari kota madinah, Sementara kakeknya “Abdul Mutthalib” meninggal dunia ketika usia Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam delapan tahun.
Penyusuan Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam
Muhammmad Shalallahu ‘alaihi wa salam pertama oleh disusui oleh Tsuwaibah budak Abu Lahab bersama dengan penyusuan Hamzah bin Abdul Mutthalib dan Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi. Kemudian Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam disusui oleh Halimah binti Abi Dzuaib as-Sa’diyah.
Nama-Nama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam
Jubair bin Mut’im berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: ‘Saya adalah Muhammad, saya adalah Ahmad, saya adalah al-Mahi yang dengan sebabku Allah Subhana wa ta’ala menghapus kekufuran, saya adalah al-Hasyir yang mengumpulkan manusia, saya adalah al-A’qib yang tidak ada nabi lagi setelahku.” (Hadits sahih diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
Masa Kecilnya di Mekah, Perjalanannya Menuju Syam bersama Pamannya Abu Thalib dan Pernikahannya dengan Khadijah
Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam dalam keadaan yatim piatu diasuh oleh kakeknya Abdul Mutthalib kemudian oleh pamannya Abu Thalib. Allah Subhana wa ta‘ala mensucikannya dari kotoran-kotoran jahiliyah dan dari semua aib. Allah Subhana wa ta‘ala menganugerahkan semua sifat-sifat yang baik sehingga Beliau dikenal di kalangan kaumnya dengan julukan Al-Amin (orang yang jujur) karena amanah, kejujuran dan kesuciannya.
Ketika usianya mencapai dua belas tahun ia mengadakan perjalanan ke Syam bersama pamannya. Ketika sampai di Bushra seorang pendeta bernama Bahira melihatnya. Ia mengenalnya dengan ciri-ciri yang ada pada |Muhammad. Bahira mendatangi Muhammad, mengambil tangannya dan berkata: “Inilah utusan Rabb semesta alam, inilah nabi yang akan diutus untuk semesta alam.” Bahira ditanya: “Dari mana kamu tahu hal ini?” Ia berkata: “Sesungguhnya ketika kalian datang dari Aqabah tidak ada pepohonan dan bebatuan kecuali semuanya sujud. Dan ini tidak dilakukan kecuali kepada nabi. Dan kami mendapatkan hal ini dari kitab suci kami.” Kemudian ia meminta Abu Thalib untuk kembali bersamanya karena khawatir terhadap kejahatan orang-orang Yahudi kepadanya.
Kemudian Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam mengadakan perjalanan ke Syam yang kedua kali bersama Maysarah budak Khadijah Radhiyalahu anha untuk berdagang di pasar kota Bushra sebelum Khadijah dinikahi oleh Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam ketika Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam berusia dua puluh lima tahun ia menikahi Khadijah. Dan ketika usianya empat puluh tahun. Allah subhan wa ta’ala memilihnya untuk membawa risalah-Nya. Jibril mendatanginya ketika Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam berada di gua Hira dengan turunnya wahyu pertama (surat al-alaq 1-5) yang terletak di sebuah gunung di Makkah. Semenjak itu Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa salam. Beliau berdakwah di Mekah selama tiga belas tahun,
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam shalat menghadap Baitul Maqdis selama di Makkah tanpa membelakangi Ka’bah tetapi menjadikan Ka’bah di depannya. Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama tujuh belas atau enam belas bulan.setelah itu turun perintah untuk sholat menghadap ka’bah.
Hijrah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar as-Siddiq dan budaknya Amir bin Fuhairah serta seorang penunjuk jalan Abdullah bin al-Uraiqit al-Laitsi yang masih kafir. Selanjutnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam berdakwah di Madinah selama sepuluh tahun. Wallahu a’lam.
Kembali ke bagian 1| Lanjut ke bagian 2
***
Katagori : Sirah Nabawiyah
Batam, 7 Ramdahan 1447 H / 25 Februari 2026 M
Penulis : Ondrinaldi Bustamam, Lc., M.A hafidzahullah
(Semoga Allah menjaga beliau dan keluargnya)
Artikel Islam Fiqih Indoneisa.com
