7 Keutamaan Menuntut Ilmu, Semua Orang Wajib Tahu, Simak Penjelasannya!

IIFI – Setiap manusia memiliki tanggungjawab untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup dalam keilmuan agama Islam. Menuntut ilmu juga merupakan tradisi turun menurun dari para nabi dan orang-orang sholih. Hal ini disebabkan agar manusia dapat menjalankan ibadahnya dengan benar dan memahami tuntunan agamanya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, menuntut ilmu adalah kewajiban setiap manusia.

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam memotivasi para sahabatnya agar terus menuntut ilmu dan tidak berhenti meskipun sudah tua (lanjut usia). Karena menuntut ilmu juga merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Siapapun yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memudahkan baginya jalan menuju surga,” (HR.Muslim, no.2699).

Sungguh hadits diatas menegaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan memudahkan bagi setiap manusia yang semangat menuntut ilmu berupa jalan menuju surga yang begitu indah. Dan ini adalah bentuk kemuliaan bagi orang yang berilmu untuk meraih puncak kebahagiaan di akhirat kelak. Serta kerugian dan kehinaan bagi orang yang bermalas-masalan dalam mencarinya. Imam Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah juga mengatakan bahwa dengan menuntut ilmu maka seseorang akan mendapatkan tujuh keutamaan sebagai berikut:

1. Sebagai Pewaris Ilmu Para Nabi

Sehingga orang yang menuntut ilmu merupakan penerus dakwah para Nabi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagai berikut:

اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya: “Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup,” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

2. Mendapatkan Banyak Kebaikan

Orang yang menuntut ilmu dan dipahamkan agama oleh Allah subhanahu wata’ala merupakan orang yang dikehendaki kebaikan. Dari Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

Artinya: “Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama,” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim No. 1037).

Ulama Syafi’iyah mengatakan yang dimaksud faqih dalam hadits bukanlah hanya mengetahui hukum syar’i, namun lebih daripada itu. Dikatakan faqih apabila seseorang memahami dari dasar hingga pokok agama Islam, serta yang berkaitan dengan syari’at Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga orang yang belajar agama harus bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya. Bahkan, begitu banyak para ulama yang menghabiskan waktu hidupnya untuk mempelajari agama sampai Allah subhanahu wa ta’ala mewafatkannya di atas ilmu tersebut.

3. Menjadi Manusia yang Paling Takut Kepada Allah

Orang yang paling takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah orang yang berilmu. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah Fathir ayat 28:

إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟

Artinya: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.”

Imam Ibnu Katsir rahimahullah juga menegaskan bahwa:

“Sesungguhnya yang paling takut pada Allah subhanahu wa ta’ala dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah subhanahu wa ta’ala yang maha agung, maha mampu, maha mengetahui dan Dia (Allah) disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya,” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 308).

4. Memiliki Derajat yang Tinggi

Orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah Al-Mujadalah ayat 58:

 …يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

Artinya : “…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat….”

5. Mendapatkan Hidayah yang Mahal

Orang yang menuntut ilmu menjadi sebab seseorang mendapatkan hidayah. Kemudian hidayah inilah yang akan mengantarkan manusia ke dalam surga-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah Maryam ayat 76:

وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى

Artinya: “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.”

6. Mudah Melewati Shirath (Jembatan) di Surga

Dengan ilmu, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memudahkan seseorang jalan yang nyata menuju surga yaitu saat melewati shirath (sesuatu yang terbentang di atas neraka menuju surga). Bahkan Imam Ibnu Rajab rahimahullah juga menyimpulkan bahwa menuntut ilmu adalah sebab dimudahkan seseorang melintasi shirath (jembatan) dan jalan paling pintas menuju surga-Nya. ( Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam , 2: 297-298).

7. Menjadi Manusia yang Paling Bertaqwa

Orang yang menuntut ilmu akan Allah subhanahu wa ta’ala tambahkan baginya ketaqwaan yang kokoh. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah Muhammad ayat 17:

زَادَهُمْ هُدًى وَآَتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ

Artinya : “Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk (ilmu), Allah menambahkan petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.”

Suatu hari, Imam Hasan Al-Basri rahimahullah menasihatkan kepada para murid-muridnya agar senantiasa tidak putus asa dalam menuntut ilmu, dimanapun dan kapanpun. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Oleh Yahya Tohari, S.H., M.M., M.A hafidzahullah

Referensi:

  • Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: hal 308. Karya Imam Ibnu Katsir
  • Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 297-298. Karya Imam Ibnu Rajab Al-Hambali
Gulir ke Atas