
Nabi Idris ‘Alaihissalam Orang Pertama yang Menggunakan Pena
SIRAH PARA NABI DAN RASUL – Sejarawan dan pemikir Muslim terkemuka, At-Thabari, mencatat bahwa Nabi Idris ‘Alaihissalam adalah sosok yang diberkahi dengan kearifan luar biasa dan pengetahuan yang luas. Beliau diyakini sebagai manusia pertama yang memperkenalkan penggunaan pena dan tulisan, serta menguasai beragam bahasa, aritmatika, sains alam, astronomi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.
Keistimewaan mukjizat yang diterima Nabi Idris ‘Alaihissalam sedikit berbeda dengan para nabi lainnya. Sementara mukjizat nabi lain umumnya berfokus pada kaum mereka sendiri, Nabi Idris menerima anugerah pengetahuan dari Allah subhanahu wa ta’ala yang berfungsi sebagai landasan ilmu pengetahuan bagi seluruh umat manusia di masa mendatang, dari zamannya hingga akhir zaman.
Meskipun memiliki pengetahuan yang mendalam dan luas sebagai manusia pertama, Nabi Idris ‘Alaihissalam tetap menunjukkan sikap rendah hati. Beliau tidak pernah menggunakan ilmunya untuk merusak alam semesta, melainkan senantiasa merendahkan hati dan pikirannya di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Sikap rendah hati Nabi Idris ‘Alaihissalam dalam mengejar dan menguasai ilmu pengetahuan ini patut kita teladani.
Beberapa Faidah Penting
Kisah Nabi Idris ‘Alaihissalam ini menekankan nilai fundamental dari ilmu pengetahuan dalam Islam, yang dianggap sebagai mukjizat dan anugerah ilahi yang membuka jalan bagi kemajuan manusia secara universal.Selain aspek keilmuan, poin utama yang disampaikan adalah pentingnya kerendahan hati dan etika dalam menggunakan pengetahuan. Ilmu yang luas harus diimbangi dengan sikap tawadhu (rendah hati) dan tanggung jawab untuk tidak merusak.
Referensi kepada At-Thabari memberikan landasan historis-religius yang kuat untuk narasi ini, menunjukkan bahwa kisah ini berakar pada tradisi keilmuan Islam yang dihormati.
Pesan tentang penggunaan pena (simbol literasi dan dokumentasi) dan penyebaran ilmu pengetahuan memiliki relevansi abadi, melampaui konteks spesifik kisah kenabian. Ini menginspirasi pembaca untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang beretika.
Penulis: Yahya Tohari, S.H., M.M., M.A hafidzahullah
(Semoga Allah menjaga beliau dan keluarganya)
