Memohon Perlindungan Kepada Allah Ketika Keluar Rumah, Simak Penjelasannya

FIQIH INDONESIA – Salah satu aktivitas yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita adalah keluar dari rumah (tempat tinggal) untuk melakukan berbagai macam kegiatan, baik yang bersifat ibadah atau dunia (muamalah). Karena hal ini tidak mungkin kita hindari, maka IsIam sangat memperhatikan hal tersebut. Islam mengajarkan adab dan etika yang mesti kita perhatikan saat kita keluar rumah. Salah satu dari adab dan etika tersebut adalah membaca doa keluar rumah.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam apabila beliau keluar dari rumahnya beliau membaca:

بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نَزِلَّ، أَوْ نَضِلَّ، أَوْ نَظْلِمَ ، أَوْ نُظْلَمَ، أَوْ نَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيْنَا

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku betawakkal kepada Allah, Ya Allah kami berlindung diri kepadaMu dari kami tergelincir atau kami tersesat, atau kami mendzlaimi, atau kami didzalimi oleh orang lain, atau kami berbuat kebodohan atau kami dibodohi.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah ] , At-Tirmidzi mengatakan hadist hasan  shahih)

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

مَا خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْتِي قَطُّ إِلَّا رَفَعَ طَرْفَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

Artinya: “Setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumahku, beliau mengarahkan pandangannya ke langit, kemudian berdoa,

‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku menzalimi, atau aku dizalimi, atau kebodohanku atau dibodohi.’ (HR. Abu Dawud)

Faedah Hadits

  1. Bertawakkal kepada Allah

Tawakkal adalah penyandaran hati hanya kepada Allah Subhan wa ta’ala semata,merupakan bentuk ketergantungan dan kepercayaan yang kuat seorang Muslim kepada Allah Azza wa Jalla bahwa Allah Azza wa Jalla yang akan memberikan pertolongan dan keselamatan.

  1. Allah ada di atas Arasy

Ketika Nabi berdoa, maka beliau mengangkat pandangannya ke langit karena Allah ada di atas (Arasy). Allah Azza wa Jalla berfirman,

ٱلرَّحْمَٰنُ عَلَى ٱلْعَرْشِ ٱسْتَوَىٰ

Artinya: “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arasy.” (QS. Taha: 5)

Dan ketika kita berdoa memandang ke atas adalah untuk menghadirkan perasaan bahwa kita sedang di awasi oleh Allah yang ada di atas “Arasy. Maka, saat kita di luar rumah maupun di dalam rumah, hendaknya kita senantiasa merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًا

Artinya: “Dan Allah Maha mengawasi segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab: 52)

  1. Meminta perlindungan agar tidak tersesat atau disesatkan

Setiap keluar rumah, maka mau tidak mau kita akan berinteraksi dengan orang lain. Tatkala berjumpa dengan orang-orang tersebut, ada yang baik, sebaliknya ada yang buruk. Ada yang kita kenal maupun tidak kita kenal. Sehingga sangat mungkin kita terjerumus kepada hal-hal yang keburukan.

Keburukan yang datang bisa jadi karena kita yang melakukannya atau bisa juga kita sebagai korban keburukan tersebut. Oleh karenanya, kita meminta perlindungan kepada Allah Azza wa Jalla, yang Maha Memberi Perlindungan.

  1. Meminta perlindungan dari ketergelinciran

Kita meminta perlindungan dari keburukan yang tidak disengaja, yaitu ketergelinciran. Baik tergelincir karena diri sendiri,  orang lain, bahkan bisa jadi ia malah menggelincirkan orang lain karena ketidaktahuan dan kurangnya ilmu  tanpa ia sadari.

  1. Meminta perlindungan dari kezaliman

Kezaliman itu ada banyak sekali bentuknya. Ada kezaliman yang menyangkut fisik, harga diri (kehormatan), keluarga, harta, dan semacamnya.

  1. Meminta perlindungan dari kebodohan

Kita meminta perlindungan kepada Allah Azza wa Jalla karena Ketidaktahuan,atau hal yang tidak pantas yang bisa merendahkan harga diri seseorang.

Dzikir ini penuh keberkahan dan penuh kemanfaatan bagi seorang muslim. Hendaknya setiap muslim selalu merutinkan dzikir ini setiap kali dia keluar rumah untuk menunaikan hajat Dengan membaca dzikir ini, seseorang akan terjaga dalam perjalanannya, Seorang hamba hendaklah selalu merasa butuh dengan Rabbnya dan janganlah dia lepas dari-Nya walaupun hanya sekejap mata. Allah-lah sebaik-baik penjaga, penolong dan pemberi petunjuk. Seorang hamba tidaklah mungkin dapat menyelesaikan hajatnya hingga usai selain dengan meyerahkan segalanya pada Allah Azza wa Jalla. Wallahu a’lam, Barakallahu fiikum.

***

Katagori : Adab & Akhlak

Batam, 3 Sya’ban 1447 H / 12 Februari 2026 M

Penulis : Ondrinaldi Bustamam, Lc., M.A hafidzahullah

(Semoga Allah menjaga beliau dan keluargnya)

Artikel Islam Fiqih Indoneisa.com

Gulir ke Atas