Merayakan Nikmat Allah: Bersyukur Kunci Bahagia

FIQIH INDONESIA – Syukur kepada Allah subhanahu wata’ala adalah inti ibadah, pokok kebaikan, dan merupakan hal yang paling wajib atas manusia. Karena tidak ada pada diri seorang hamba dari nikmat yang tampak maupun tersembunyi, melainkan berasal dari Allah subhanahu wata’ala.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada kita, untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah subhanahu wa ta’ala, maka hendaknya setiap hamba memperhatikan orang yang lebih rendah darinya dalam melihat nikmat-nikmat Allah subhana wa ta’ala, yaitu  melihat orang-orang yang keadaannya jauh berada di bawahnya dalam hal-hal kenikmatan dunia, maka hal tersebut akan menumbuhkan rasa syukur kita kepada Allah subhana wa ta’ala, maka dia akan banyak memuji Allah subhanahu wata’ala, yang telah memberinya banyak kenikmatan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي اللّه عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صلّى اللّه عَلَيْهِ وَسَلَّّمَ اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ( رَوَاهُ المُسْلِمُ )

Artinya: “Dari Abū Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda, “Lihatlah kepada yang di bawah kalian dan janganlah kalian melihat yang di atas kalian, sesungguhnya hal ini akan menjadikan kalian tidak merendahkan nikmat Allah yang Allah berikan kepada kalian.” (HR Muslim)

Dengan melihat apa yang ada dibawah kita dalam perkara- perkara dunia maka akan menumbuhkna rasa syukur kepada Allah subhana wa ta’ala atas apa yang telah diberikan kepada kita yaitu sifat qana’ah (merasa cukup dengan nikmat Allah).

Dan dalam perkara akhirat maka hendaklah kita melihat apa yang ada diatas kita, sehingga menumbuhkan semangat untuk meningkatkan diri dalam beribadah kepada Allah subhana wa ta’ala.

Ketika seorang  hamba bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah subhana wa ta’ala maka akan menambah kenikmatan Allah subhana wa ta’ala kepadanya. Firman Allah subhana wa ta’ala, sebagai berikut,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim :7)

Faedah Hadits

  1. Qonaah terhadap apa yang telah diberikan Allah subhana wa ta’ala kepada kita
  2. Bersyukur kepada Allah subhana wa ta’ala salah satu sebab ditambahkan nikmat-Nya kepada kita
  3. Azab yang pedih bagi mereka yang kufur terhadap nikmat Allah subhanahu wa ta’ala
  4. Dalam perkara dunia, maka hendaklah kita melihat orang yang lebih rendah dari pada kita sehingga kita lebih bersyukur kepada Allah subhana wa ta’ala, sedangkan dalam perkara akhirat maka hendaklah kita melilhat yang lebih baik dari kita supaya kita bersemangat dalam ketaatan kepada Allah subhana wa ta’ala.

***

Katagori : Adab & Akhlak

Penulis : Ondrinaldi Bustamam, Lc., M.A hafidzahullah

(Semoga Allah menjaga beliau dan keluarganya)

Referensi

  • Lihat Syarah Kitab Al Jami’ Ibnu Hajar Al Asqolani judul asli “Taudhih Al-Hikam min Bulughul Maram “ Syarah Syeikh Abdullah Bassam “ Terjemahan.
Gulir ke Atas